3 Tanda-tanda Akan Melahirkan | Nyeri Perut Bagian Bawah Saat Hamil 9 Bulan

Nyeri Perut Bagian Bawah Saat Hamil 9 Bulan Hamil 9 Bulan Perut Bawah Sakit Hamil 39 Minggu Keputihan Hamil 39 Minggu Perut Sering Kencang Saat Hamil 39 Minggu

Para wanita hamil di manapun yang sudah menanti kurang lebih sembilan bulan dan sepuluh hari tentunya tidak sabar sekali ingin segera menggendong momongan barunya.

Rasanya pasti bermacam-macam akan melahirkan seorang putra atau putri yang akan menjadi anggota keluarga baru. Untuk memotivasi para wanita hamil tua dan menambah pengetahuan mengenai partus atau melahirkan, anda bisa mengikuti paparan di bawah ini.

Dengan memiliki pengetahuan mengenai melahirkan diharapkan wanita yang sedang hamil tua bisa mempersiapkan mental untuk melalui proses beratnya.

Sekilas Tentang Melahirkan (Partus)

Proses melahirkan dikenal juga dengan nama partus, childbirth, atau delivery. Melahirkan adalah titik puncak dari kehamilan yang ditandai dengan keluarnya seorang (atau lebih) bayi langsung dari uterus seorang wanita.

Melahirkan memiliki fase-fase di mana pada akhirnya bayi akan keluar dan menyapa dunia tempat tinggal barunya. Melahirkan biasanya terjadi pada minggu-minggu ke 39 hingga 41, meski sebenarnya periode kehamilan setiap orang berbeda-beda.

Di luar itu melahirkan akan dianggap terlambat atau prematur.

Pada bulan akhir masa kehamilan produksi progesteron meningkat pesat. Progesteron adalah hormon yang bertugas untuk melunakkan jaringan di tubuh manusia.

Progesteron ini akan melunakkan jaringan di leher rahim atau serviks dan panggul sebagai persiapan proses melahirkan. Calon ibu yang akan melahirkan akan mengalami kontraksi yang menyakitkan.

Bayi yang mulai bergerak turun akan menyebabkan organ tubuh bagian dalam ibu tertekan dan menyebabkan perut menjadi mulas, beser, sering terjadi flatus, dan BAB. Selain itu ibu juga merasakan rasa sakit yang luar biasa di bagian panggul dan tulang belakang.

Hal ini disebabkan karena posisi janin menekan tulang panggul yang berhubungan dengan tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit.

Tanda-tanda Akan Melahirkan (Partus / Delivery)

  • Sakit Pada Pinggang, Punggung, Selangkangan

Pada awal dekat melahirkan, pinggang, punggung dan selangkangan Anda akan mulai merasakan sakit yang cukup hebat. Hal tersebut dikarenakan janin mulai bergerak menuju jalur keluarnya.

  • Terjadinya Kontraksi

Kontraksi terjadi pada 26 minggu terakhir masa kehamilandan seringkali bukan merupakan tanda kelahiran (false labor). Kontraksi tersebut disebut kontraksi Braxton Hicks.

Pada awalnya kontraksi akan terasa seperti nyeri yang ringan, sebagaimana keram pada saat menstruasi. Kontraksi yang terjadi menyebabkan rasa sakit berpusat pada punggung bawah (pertemuan pinggul dan tulang belakang). Pada pinggang pun akan terasa sakit. Mendekati masa kehamilan kontraksi tersebut semakin sering dan terjadi peningkatan skala.

Kontraksi uterus terjadi karena uterus atau rahim tersusun oleh otot-otot longitudinal involunter. Otot jenis involunter (involuntary muscle) tidak dapat dikontrol sesuai keinginan manusia. Otot-otot tersebut akan menegang setiap kontraksi.

Setiap kontraksi yang terjadi otot ini akan menebal dan memendek dan suatu saat akan menipis. Proses ini dilakukan untuk memudahkan kelahiran bayi dan menipiskan katup serviks.

Ketika sudah mendekati masa melahirkan kontraksi uterus akan terjadi sangat sering. Di ditandai dengan kontraksi uterus setiap enam menit sekali. Uterus yang mengalami penipisan akan mulai membuka.

Kelahiran dipastikan akan terjadi jika pembukaan serviks sudah sebesar tiga hingga empat sentimeter. Terdapat standar bukaan yang berbeda di banyak tempat tapi pada dasarnya jika bukaan terjadi hingga empat sentimeter makan kelahiran akan terjadi.

Pada fase ini kontraksi akan muncul setiap 15 hingga 20 menit sekali. Skala kontraksi akan berangsur-angsur membesar dan frekuensinya semakin sering. Ketika kontraksi mulai memiliki interval tiga hingga lima menit, ada beberapa kontraksi yang berlangsung selama 45 detik.

Jika kontraksi panjang ini telah dialami maka ibu akan semakin dekat dengan proses melahirkan.

  • Keluarnya Lendir dan Darah (Air Ketuban)

Janin yang dikandung dalam rahim akan dikelilingi dengan lendir dan cairan amniotik. Pada saat dilasi serviks kepala bayi akan semakin menekan ke arah serviks dan menyebabkan pembukaan lebih besar.

Cairan-cairan lendir dan cairan amniotik (amniotic fluid) ini akan turun dan keluar bersamaan dengan darah yang berasal dari pelepasan membran. Ibu hamil akan mengalami pengeluaran lendir berwarna merah muda dan lengket. Hal inilah yang disebut sebagai pecahnya air ketuban.

Air ketuban bisa pecah sewaktu sebelum saatnya melahirkan karena kecelakaan atau kondisi ibu yang lemah. Anda tidak boleh panik jika ini terjadi, dan catat segera hingga detil jam dan menit air ketuban pecah. Hal ini diperlukan agar dokter bisa mengetahui tingkat kesempatan hidup janin.

Kenapa? Karena ketika air ketuban pecah, bayi akan dipaksa keluar dari kondisi steril dan bisa terjangkit infeksi dari luar. Perhatikan juga bila air ketuban berbau tidak sedap, karena ini menandakan adanya infeksi serius pada rahim anda dan bisa membahayakan bayi anda.

Keluarnya air ketuban biasanya berupa semburan cairan atau rembesan biasa. Anda tidak akan merasa apapun karena membran yang gugur tidak memiliki syaraf. Pecahnya air ketuban juga bertujuan agar saluran persalinan janin menjadi steril, karena cairan amniotik bersifat steril.

Cairan amniotik memiliki berat jenis 1.08 dan bervolume dua liter, totalnya. Bisa dipastikan bila anda telah mengalami fase ini, anda anda akan langsung mengalami pengeluaran fetus atau janin.

Proses melahirkan akan dilanjutkan dengan pengeluaran bayi yang dimulai dari kepala (crowning) dan pengeluaran bayi secara sempurna. Setelah itu ari-ari harus segera ditutup. Penundaan bisa meningkatkan resiko penyakit kuning pada bayi.

Setelah itu ari-ari akan dipotong. Anda bisa bersiap-siap secara mental dan fisik untuk menjalani proses melahirkan. Selamat melahirkan bunda.

Segera Datang Ke Rumah Sakit

Dianjurkan untuk segera mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis untuk melahirkan. Bagi calon ibu juga bisa melakukan tindakan untuk mengurangi derajat rasa sakit yang dialami.

Ambillah nafas yang singkat dengan cepat secara berulang-ulang, hal ini akan mengurangi rasa sakit. Pada setiap proses melahirkan, wanita akan mengalami selalu kesakitan yang luar biasa. Meskipun sebenarnya riset medis membuktikan bahwa sakit yang dirasakan bisa berbeda-beda.

Tingkat rasa sakit ini dipengaruhi dengan rasa takut dan gugup, pengalaman melahirkan sebelumnya, dan stigma calon ibu tentang melahirkan. Oleh karena itu anda perlu menguatkan mental anda agar proses melahirkan bisa dilakukan dengan lancar.

Hamil 39 Minggu Perut Sering Kencang Sakit Perut Seperti Haid Saat Hamil 9 Bulan Hamil 40 Minggu Perut Sering Kencang Selangkangan Sakit Saat Hamil 39 Minggu Hamil 37 Minggu Perut Bawah Sakit

Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKondisi Suami Menghadapi Momen Persalinan Istri
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPergerakan Janin Menjelang Proses Kelahiran
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPersiapan Tepat untuk Melahirkan Normal
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMemilih Tempat Melahirkan! Manakah Lokasi Yang Paling Cocok?
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »