Panduan Memberikan Obat Kepada Bayi Dengan Aman

Kehadiran bayi ditengah keluarga merupakan sebuah anugerah yang dititipkan kepada para orang tua, sehingga sangat wajar bila orang tua selalu menginginkan kesehatan bayinya. Anak-anak terutama bayi memang cukup rentan terhadap penyakit terutama penyakit-penyakit yang mudah menular seperti flu, batuk dan sebagainya. Hal tersebut tentunya membuat para orang tua menjadi sangat khawatir, tidak jarang orang tua juga menjadi cemas atau panik sendiri.

Namun, bila memang bayi sudah terlanjur sakit, alangkah baiknya sebagai orang tua untuk tetap tenang dan segera membawa bayinya untuk berobat. Kesembuhan serta kesehatan bayi tentulah menjadi harapan setiap orang tua. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan pada bayi adalah pemberian obat-obatan tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa sistem pencernaan dalam tubuh bayi masih sangat sensitif dibandingkan dengan kita orang dewasa. Sehingga orang tua harus memperhatikan cara yang aman dan tepat ketika pemberian obat kepada bayi, berikut beberapa tips untuk Anda para orang tua dalam memberikan obat pada bayi :

Tanyakan Secara Detail Mengenai Resep Serta Obat Bayi Anda

Bagi setiap orang tua memiliki banyak informasi mengenai obat-obatan yang akan diberikan kepada sang bayi merupakan suatu keharusan. Sehingga ada baiknya bila orang tua lebih teliti dan bertindak kritis terhadap resep serta obat yang diberikan oleh dokter ataupun apoteker, siapkan pertanyaan sebanyak mungkin menganai obat-obatan yang akan diberikan kepada bayi Anda. Berikut kami berikan beberapa hal yang dapat Anda ajukan sebagai pertanyaan untuk dokter ataupun apoteker :

o    Fungsi atau kegunaan obat

o    Efek samping obat tersebut

o    Berapa cepat pengaruh obat setalah diberikan

o    Penggunaan obat dapat dicampur atau harus tersendiri

o    Tempat serta cara penyimpanan obat

o    Dapatkah pemberian obat dicampurkan pada makanan bayi

o    Kapan waktu pemberian obat (sesudah atau sebelum makan)

o    Pantangan bagi bayi setelah mengkonsumsi obat

o    Dosis pemberian obat

o    Berapa kali pemberian obat setiap harinya atau jeda tiap berapa jam?

o    Masa kadaluwarsa obat tersebut

o    dll

Anda tidak perlu takut dibilang cerewet atau bawel karena pertanyaan-pertnyaan di atas, karena sebagai orang tua Anda memiliki hak untuk paham benar mengenai obat bagi buah hati Anda. Bila dokter tidak mau atau malas menjawab dengan banyak alasan, Anda bisa mencari dokter lain yang dapat menjadi konsultan bagi Anda sebagai pasiennya dan  bersedia menjawab semua pertanyaan Anda.

Setelah paham benar mengenai obat tersebut maka Anda tinggal menjalankan pengobatan di rumah sesuai keterangan dokter. Jika terjadi efek yang tidak sesuai dengan keterangan yang diberikan dokter, maka segera hubungi dokter Anda dan jangan berasumsi sendiri.

Gunakan Dosis Secara Tepat Pada Bayi

Perhatikan pemberian dosis obat secara tepat sesuai petunjuk yang diberikan dokter atau apoteker. Pemberian dosis secara berlebihan dapat membahayakan bayi Anda mulai dari memperlambat penyembuhan hingga menambah keparahan penyakit. Sebaliknya, dosis yang tepat dapat mempercepat proses penyembuhan. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan mengenai dosis obat:

o    Baca dengan teliti angka-angka yang terdapat pada label obat atau resep. Baca di tempat yang terang dan jangan terburu-buru , hindari salah baca seperti ½ menjadi terbaca 1 atau 2.

o    Pemberian obat dapat berdasarkan berat atau usia bayi, sehingga perhatikan benar berat serta usia bayi Anda. Jangan sampai memberikan obat bayi lain kepada bayi Anda.

o    Perhatikan perbedaan penggunaan alat ukur, seperti 1 sendok teh (sdt) dan 1 sendok makan (sdm). Ingat 1 sdt = 5cc, 1 milimeter (ml) = 1cc, jangan memperkirakan sesuai kemauan Anda. Agar Anda tidak salah dalam pengukuran, gunakan alat ukur yang tepat, karena ukuran sendok berbeda-beda.

o    Dalam obat sirup pastikan untuk mengocoknya terlebih dahulu, sehingga dosis serta bahan obat dapat terkonsumsi atau terserap dengan benar oleh bayi Anda.

o    Konsekuen dalam penggunaan dosis yang diberikan. Berikan obat sesuai perintah dokter atau apotekker, seperti obat harus habis walaupun bayi sudah sembuh atau justru mengehentikan obat saat bayi sudah sembuh.

o    Jika terjadi ketidaksengajaan pemberian dosis berlebih, maka segera konsultasikan pada dokter.

Cara Pemberian Obat pada Bayi

Posisikan bayi Anda dengan benar sebelum meminum obat. Pangku bayi Anda kemudian aturlah posisi setengah duduk (450) dengan kepala menghadap ke atas dan tangannya ke bawah. Anda dapat meminumkannya dengan menggunakan pipet obat atau puting botol susu (sesuai takaran), teteskan pada samping lidah. Hindari menyemprotkannya langsung ke dalam tenggorokan atau kantong pipinya karena bayi Anda akan muntah.

Jika cara meminumkan obat sudah benar, namun bayi Anda tetap muntah maka jangan langsung meminumkannya lagi, tunggulah kurang lebih 10 menit, kemudian minumkan lagi. Apabila bayi terus mengalami muntah, maka segera hubungi dokter Anda.

Jangan memberikan obat dengan mencampurkan ke dalam minuman bayi (botol/gelas susu), hal ini dapat menjadikan dosis obat menjadi berkurang bila minuman tersebut tidak dihabiskan. Berikan obat sesuai resep yang diberikan untuk bayi Anda, jangan pernah memberikan obat yang diresepkan untuk bayi lain.

Jangan minumkan bayi Anda dengan obat yang mengandung Aspirin. Karena efek aspirin untuk bayi sangat membahayakan, yaitu bayi akan pingsan karena tubuh bayi tidak dapat mengatasi bahan kimia yang terkandung di dalamnya (Sindrom Reye). Perhatikan tanggal kadaluwarsa obat bayi Anda.

Penyimpanan Obat

–          Simpanlah obat dalam bungkus atau kemasan aslinya, pastikan untuk jangan membuang kertas kandungan/komposisi obat dan kertas/label instruksi penggunaan obat. Jika kertas/label instruksi hilang dan Anda tidak yakin dengan takaran dosis obat, maka jangan berikan obat hanya dengan mengira-ngira takarannya, karena hal tersebut dapat berbahaya bagi bayi Anda.

–          Untuk mempermudah, Anda dapat membuat tulisan sendiri pada label yang ditempelkan di box atau di kemasan plastik obat. Anda dapat menuliskannya dengan bahasa Anda sendiri namun tetap berpegang pada dosis yang tepat, seperti ”obat untuk bayi Riri diminum 3kali sehari – exp (kadaluwarsa) 14 April 2016”.

–          Pisahkan obat bayi Anda dari obat-obat lain atau obat orang dewasa.

–          Perhatikan instruksi penyimpanan obat bila perlu tanyakan ke dokter atau apoteker, karena beberapa obat perlu di simpan dalam suhu ruangan tetapi ada beberapa yang harus disimpan di lemari es seperti obat antibiotik.

Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDoa menjelang persalinan hingga bayi lahir
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barang16 Tahapan : Ajarkan Bayi Makan Sendiri
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCara Mudah Atasi Hidung Bayi Yang Tersumbat
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barang4 Tips Pemberian Obat Kepada Bayi Secara Aman
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »