16 Tahapan : Ajarkan Bayi Makan Sendiri

Tingkah polah si kecil tentu akan membuat setiap orang tua makin merasa semakin sayang terhadap bayinya. Semakin lama bayi juga mulai bertambah pintar dengan segala kelucuannya, ia mulai memasuki fase-fase belajar, diantaranya belajar berbicara, mulai dapat berkomunikasi, belajar memodeling tingkah laku orang tua dan orang-orang disekitarnya serta mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI.

Salah Satu Pendidikan Usia Dini

Sebagai orang tua melatih anak untuk belajar makan sendiri merupakan salah satu bentuk pendidikan dini untuk anak, sehingga nantinya ia dapat menjadi anak yang dapat mandiri.

Seperti kebutuhan manusia, pangan atau makan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yang akan lebih baik jika sejak dini sudah diperkenalkan kepada anak. Beberapa orang tua mungkin masih bertanya-tanya, apakah bisa kita mengajarkan seorang bayi menyuap makanannya sendiri? Tentunya bisa, namun beberapa hal memang perlu diperhatikan, termasuk usia berapakah bayi sudah dapat belajar makan sendiri.

Dimulai Pada Usia 18 Bulan

Menurut usia dan perkembangan otak pada bayi, usia 18 bulan seorang anak sudah dapat diajarkan mengenai tanggung jawab, termasuk mengajarkannya untuk makan sendiri. Pada usia tersebut anak sudah mulai memiliki ekspektasi sosial dan mengalami perkembangan individu.

Perkembangan tersebut terjadi ketika bayi mulai dapat mengambil makanan dan memasukkannya sendiri ke dalam mulutnya, ketika anak sudah dapat meminum air dengan gelas bergagang serta meletakkan/mengembalikkan gelasnya tanpa membantingnya, atau ketika bayi mulai dapat menentukan pilihannya terhadap bentuk dan rasa makanan yang diinginkan.

Mengajarkan anak dapat makan sendiri memasng sebuah tugas yang susah-susah gampang, karena sebagai orang tua kita harus lebih sabar dan mengajarkannya dengan fleksibel, karena pelajaran untuk membiasakan bayi membutuhkan cara yang terus diulang-ulang.

Apa Saja Tahapannya?

Berikut 16 tahapan yang perlu diperhatikan orang tua untuk mengajarkan bayi dapat makan sendiri atau secara mandiri.

  • Sebelum mulai kegiatan makan, ajarkan anak terlebih dahulu untuk mencuci tangannya. Cucilah tangan bayi dengan sabun, juga pastikan semua alat makan sudah tercuci bersih.
  • Siapkan atau berikan bayi perlengakapan makan yang tidak berbaha dan berakibat melukai bayi. Gunakan perlatan yang terbuat dari plastik (food grade), yang memiliki ujung tumpul atau bulat dan tidak tajam.
  • Pilihlah kursi makan yang nyaman bagi bayi, jika kursi makan yang digunakan sedikit tinggi maka pastikan bahwa kursi makan dilengkapi dengan sabuk pengaman agar bayi tidak jatuh. Jauhkan kursi makan dari meja, tembok, aman dari karpet, atau perlengkapan lain yang dapat dijangkau si bayi.
  • Gunakan perlengkapan makan seperti lap, tadah liur atau tisu, serta alasi tempat makan dengan alas yang terbuat dari plastik.
  • Biarkan anak bereksperimen dengan makanannya, karena hal tersebut baik bagi perkembangan otak anak. Namun tetap awasi anak Anda.
  • Jangan takut kotor dan terganggu dengan cara anak makan, seperti melemparkan tempat makan, memukul-mukul piringnya dan hal-hal lain yang akan membuat rumah menjadi kotor. Anda harus tetap mengajarkan cara makan yang benar secara bertahap dan penuh kesabaran.
  • Berikan perlengkapan makan seperti mangkuk dan sendok serta makanan secukupnya atau sesuai takaran untuk bayi. Jika bayi belum terampil biarkan dia menggunakan tangannya.
  • Anda tetap memiliki kewajiban menyuapkan makanan pada bayi sesuai porsinya apalagi jika anak sudah mulai berhenti makan sendiri, sambil bayi tetap belajar makan sendiri.
  • Jangan berikan makanan yang susah dikunyah atau bertekstur keras. Berikan makanan sesuai usia bayi.
  • Tetap awasi dan perhatikan bayi Anda, jangan sampai dia salah memasukkan makanannya ke hidung atau mata. Segera bersihkan wajah serta tangannya, agar makanan tidak masuk ke hidung atau matanya.
  • Periksa mulutnya, jangan terus menerus menjejalkan makan ke mulutnya. Jika mulutnya terlalu penuh, keluarkan makanan dengan tangan kita (keadaan bersih) serta upayakan ia tetap menelan makanannya.
  • Berikan beberapa pilihan menu berbeda pada anak, nemun tetap memperhatikan kepeluan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan bayi.
  • Jika anak belum merasa lapar atau masih kenyang, maka jangan pernah memaksanya untuk makan.
  • Hindari memberikan cemilan berbumbu, cemilan manis, dan semacamnya pada bayi, karena makanan tersebut tidak memiliki nilai gizi serta bersifat mengenyangkan.
  • Hindari memberikan buah atau susu terlalu banyak sebelum makan, karena rasa kenyang cenderung membuat anak menolak makanannya.
  • Biarkan bayi meneruskan kegiatan makannya dan biarkan ia menghabiskan sendiri makanan sesuai porsinya.

Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDoa menjelang persalinan hingga bayi lahir
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCara Mudah Atasi Hidung Bayi Yang Tersumbat
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barang4 Tips Pemberian Obat Kepada Bayi Secara Aman
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »