12 Mitos Seputar Kehamilan | Mitos Hamil Anak Ke 3

Mitos Hamil Anak Ke 3 Hamil Anak Ke 3 Hamil Anak Ke 3 Banyak Keluhan Hamil Anak Ketiga Tanda Tanda Melahirkan Anak Ketiga

Di negara seperti Indonesia yang masyarakatnya cenderung percaya pada hal-hal berbau mistis dan takhayul, banyak sekali mitos-mitos yang beredar, khsusnya di masyarakat Jawa.

Meski belum tentu terbukti kebenarannya, masih banyak sekali yang percaya pada mitos-mitos tertentu. Ada berbagai macam mitos yang beredar di masyarakat, dan salah satunya adalah mitos seputar kehamilan.

Kehamilan dan kelahiran anak adalah hal yang sangat didambakan pada orangtua. Demi menjaga kesehatan serta keselamatan ibu dan janin, tidak sedikit yang mengikuti atau menghindari hal-hal tertentu.

Selain itu, setiap orangtua mengharapkan bayinya bisa tumbuh cerdas, sehingga mitos-mitos yang ada diikuti tanpa diselidiki dulu kebenarannya.

Beberapa Mitos Seputar Kehamilan Bayi

Tidak semua hal-hal yang dilakukan atau dihindari tersebut benar adanya. Beberapa mitos memiliki penjelasan yang membuktikan apakah hal tersebut merupakan fakta atau sekedar mitos belaka.

1. Air kelapa memperlancar proses persalinan

Ibu yang sedang hamil sangat disarankan untuk minum air kelapa. Air kelapa dipercaya bisa membuat proses persalinan menjadi lebih cepat dan lancar. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang membenarkan mitos tersebut.

Menurut ahli kesehatan, kelancaran proses kelahiran bisa dipicu oleh banyak faktor. Meski demikian, fakta mengatakan bahwa air kelapa muda bisa membuat air ketuban jadi bersih dan putih.

2. Tidak boleh berhubungan intim pada trimester pertama kehamilan

Menurut mitos yang beredar, hubungan intim saat trimester pertama kehamilan bisa menyebabkan wanita mengalami keguguran. Belum ada penelitian untuk kebenaran mitos tersebut. Hubungan suami istri bisa tetap dilakukan selama tidak menyakitkan bagi ibu hamil.

3.  Leher hitam dan puting berwarna gelap, calon bayi adalah laki-laki

Jika leher ibu hamil menghitam dan putingnya berwarna gelap, bukan berarti anak yang ada di rahimnya adalah laki-laki. Perubahan warna pada kedua area tersebut tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin janin, karena hal tersebut disebabkan oleh faktor tertentu.

Meningkatnya kadar prostegeron dan melanost (hormon pengatur pigmentasi menyebabkan warna leher dan puting berubah. Hal ini biasa terjadi pada masa kehamilan, baik ketika bayi dalam kandungan adalah perempuan atau laki-laki.

Selain perubahan warna, perubahan fisik lain adalah guratan hitam pada perut ibu hamil dan garis hitam dari pusar hingga ke area pugbis. Tanda-tanda tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah kelahiran.

4. Perut membulat, calon bayi adalah perempuan

Bentuk perut saat hamil tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin bayi. Bulat atau lonjongnya bentuk perut dipengaruhi oleh posisi janin dalam rahim, elastisitas otot perut dan volume air ketuban.

Bentuk perut akan melebar jika posisi janin melintang, sedangak perut terlihat tinggi saat janin berada dalam posisi memanjang. Saat mengandung anak pertama, perut akan terlihat bulat. Sedangkan untuk kehamilan anak kedua atau ketiga, perut akan terlihat turun.

Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat elastisitas dan kekencangan otot perut ibu hamil. Perut juga terlihat lebih bulat dan besar pada kandungan yang mengandung banyak air ketuban.

5. Susu kedelai dan makanan dari kedelai membuat kulit bayi putih

Susu ataupun makanan yang terbuat dari kedelai sama tidak mempengaruhi warna kulit bayi dalam kandungan. Warna kulit bayi diperoleh secara genetis dari orangtua bayi tersebut.

6. Konsumsi jeruk berlebihan membuat paru-paru bayi berlendir dan bayi berwarna kuning

Mitos tersebut sama sekali tidak benar. Kandungan air yang banyak dan warna kuning pada jeruk tidak memberi efek buruk pada janin. Sebaliknya, jeruk sangat baik dan dibutuhkan oleh ibu hamil karena mengandung banyak serat dan vitamin C.

7. Hubungan intim selama kehamilan agar persalinan lancar dan bayi menjadi cerdas

Mitos tersebut dipercaya karena adanya anggapan bahwa sperma memiliki zat penyubur. Zat penyubur tersebut dianggap bisa membuat bayi menjadi cerdas.

Faktanya, hal tersebut tidak berhubungan karena kecerdasan dan kesehatan dipengaruhi oleh faktor genetik, bukannya kualitas sperma dan seringnya hubungan suami istri. Anak memiliki perluang menjadi cerdas jika orangtuanya cerdas.

Sedangkan untuk kelancaran persalinan, hal tersebut lebih dipengaruhi faktot lain. Sebaliknya, hubungan intim yang sering dilakukan saat masa kehamilan malah bisa meningkatkan kontraksi pada otot rahim dan bisa memicu keguguran.

Selain itu, frekuensi hubungan intim yang sering bisa menyebabkan pendarahan pada ibu dan kelahiran premature pada bayi.

Diduga, munculnya mitos ini dikarenakan oleh orang yang selalu mengaitkan kasih sayang, perhatian orangtua dengan kesehatan janin. Dengan hubungan intim yang sering, diharapkan ibu hamil bisa merasa tenang dan nyaman, karena kondisi psikologis ibu berpengaruh pada kondisi bayi.

Proses persalinan bisa berlangsung dengan lebih lancar dan bayi berkembang dengan baik dan sehat. Selain terbukti tidak benar, hubungan intim saat kehamilan menjadi tidak nyaman dan tidak bisa dinikmati karena didasari oleh perasaan terpaksa.

8. Es membuat janin tumbuh besar

Mitos ini membuat para ibu hamil tidak berani minum es, karena janin akan menjadi besar dan mempersulit proses persalinan. Janin bisa tumbuh besar jika ibu hamil meminum es dengan tambahan gula, sirup dan madu terlalu sering.

Berat bayi yang diatas normal disebabkan oleh kandungan karbohidrat dalam gula tersebut. Es atau air es yang tanpa tambahan apapun tidak berpengaruh pada berat bayi.

Selain itu, berat bayi juga dipengaruhi oleh faktor turunan secara genetic serta asupan nutrisi selama kehamilan. Jika orangtua bayi memiliki tubuh besar, bayi dalam kandungan juga berpeluang menjadi besar.

Pada masa kehamilan, orangtua juga perlu memperhatikan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi karena berpengaruh pada perkembangan janin. Penyakit tertentu seperti diabetes pada orangtua juga bisa membuat berat bayi melebihi batas normal.

9. Nanas, pisang dan mentimun merupakan makanan pantangan bagi ibu hamil

Mitos ini merupakan salah satu mitos yang sangat dipercaya oleh masyarakat. Ketiga jenis makanan tersebut bisa menyebabkan keputihan, dan nanas bahkan dianggap bisa menyebabkan ibu mengalami keguguran.

Mitos ini tidak benar karena pisang, nanas dan mentimun justru disarankan untuk ibu hamil. Buah-buahan ini mengandung banyak serat dan vitamin C yang sangat penting untuk kesehatan wanita hamil serta memperlancar pembuangan sisa pencernaan.

Masyarakat percaya bahwa keputihan bisa membahayakan kehamilan. Faktanya, keputihan saat kehamilan adalah hal yang normal, baik selama masa kehamilan ataupun setelah persalinan.

Wanita hamil perlu waspada perlu ketika keputihan yang dialami disertai dengan warna kekuningan, bau tak sedap dan rasa gatal. Keputihan tersebut disebabkan oleh jamur, virus atau bakteri.

10. Air kelapa muda menyuburkan rambut si bayi

Kesuburan rambut bayi sama sekali tidak dipengaruhi oleh air kelapa hijau. Air kelapa memang sangat bagus untuk ibu hamil, karena mengandung zat elektrolit yang bisa membuat merka tetap merasa bugar saat hamil.

11. Daging kambing tidak bagus untuk wanita hamil

Mitos yang mengaitkan antara daging kambing dengan kesehatan ibu hamil tidak sepenuhnya benar. Daging kambing boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, namun dengan catatan porsi daging yang dikonsumsi masih wajar, dan dikonsumsi dengan proses masak yang benar-benar matang.

Yang tidak boleh mengkonsumsi daging kambing adalah wanita hamil yang memiliki penyakit jantung atau kelebihan kadar kolesterol dalam tubuh.

Seperti yang telah banyak diketahui, kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam daging kambing berbahaya untuk penderita kedua penyakit tersebut karena bisa meningkatkan metabolisme asam urat dalam tubuh.

12. Perut wanita hamil tidak boleh diurut

Selain nanas, mitos mengurut perut ibu hamil juga sangat dipercaya masyarakat. Dengan mengurut perut, dipercaya bahwa janin bisa menjadi sehat.

Sebaliknya, mengurut perut sangat tidak baik bagi ibu hamil karena bisa memicu keguguran dan menyebabkan janin mengalami gangguan, yaitu stress dan tertekan.

Pertumubuhan janin dalam kandungan bisa terganggu jika bayi mengalami stress atau tertekan.

Kehamilan Ke 3 Mitos Hamil Anak Ketiga Hamil Anak Ke 3 Perut Lebih Besar Hamil Ketiga Kehamilan Anak Ketiga

Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTips Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCara Ampuh Menanggulangi Gangguan Sesak Nafas Saat Hamil
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangApakah Kista Dapat Menyebabkan Kemandulan?
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangApakah Seorang Ibu Hamil Boleh Mengkonsumsi Durian?
Harga Rp (hubungi cs)
Lihat Detail »